Sejarah PORISMAN: Ajang Olahraga Bersejarah di Bandung
PORISMAN (Pekan Olahraga Intra Sekolah Menengah Atas Negeri) adalah ajang kompetisi olahraga yang melibatkan siswa-siswi dari enam SMA Negeri di Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari sejarah pendidikan dan olahraga di Bandung, mencerminkan semangat sportivitas, kebersamaan, serta persaingan sehat antar sekolah.
Dari awal penyelenggaraannya pada tahun 1953 hingga perubahan formatnya di tahun 1969, PORISMAN telah menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga. Setelah vakum selama beberapa dekade, semangat PORISMAN kembali dihidupkan oleh para alumni dalam bentuk acara reuni yang kini dikenal dengan nama Spirit PORISMAN.
Latar Belakang dan Awal Mula PORISMAN
Pada tahun 1953, jumlah sekolah menengah atas negeri di Bandung masih terbatas. Tercatat hanya ada enam SMA Negeri yang aktif, yaitu:
- SMAN 1 Bandung
- SMAN 2 Bandung
- SMAN 3 Bandung
- SMAN 4 Bandung
- SMAN 5 Bandung
- SMAN 6 Bandung
Dalam rangka meningkatkan semangat kompetisi dan solidaritas di antara sekolah-sekolah tersebut, PORISMAN pertama kali digagas sebagai ajang tahunan. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan olahraga mereka, membangun kebersamaan, serta meningkatkan prestasi sekolah dalam bidang non-akademik.
Cabang olahraga yang dipertandingkan pada masa itu meliputi:
✅ Sepak bola
✅ Bola basket
✅ Bola voli
✅ Tenis meja
✅ Atletik
Kegiatan PORISMAN menjadi sangat populer di kalangan pelajar SMA Negeri Bandung pada saat itu. Selain sebagai ajang kompetisi, PORISMAN juga menjadi sarana untuk membangun hubungan sosial antar siswa dari berbagai sekolah.
Masa Kejayaan PORISMAN (1953–1969)
Dalam rentang waktu lebih dari satu dekade, PORISMAN berkembang menjadi ajang bergengsi. Setiap tahun, pertandingan antar sekolah diselenggarakan dengan persiapan yang serius. Dukungan dari guru, siswa, dan alumni sangat besar, sehingga PORISMAN menjadi salah satu acara yang paling dinantikan oleh masyarakat Bandung.
Selain kompetisi olahraga, PORISMAN juga sering kali diiringi dengan kegiatan lain, seperti pentas seni, pameran kreativitas siswa, dan bazar sekolah. Semua ini semakin memperkuat identitas PORISMAN sebagai perhelatan besar dalam dunia pendidikan di Bandung.
Namun, pada tahun 1969, PORISMAN dihentikan. Salah satu alasan utama penghentian ini adalah adanya perubahan dalam sistem kompetisi olahraga sekolah yang kemudian digantikan oleh PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) yang memiliki cakupan lebih luas dan mencakup lebih banyak sekolah.
Kebangkitan Kembali: Spirit PORISMAN (2010 – Sekarang)
Setelah vakum selama lebih dari 40 tahun, semangat PORISMAN tidak hilang begitu saja. Para alumni yang pernah mengalami kejayaan PORISMAN ingin menghidupkan kembali kenangan dan semangat kebersamaan yang dulu pernah ada.
Pada 30 Mei 2010, para alumni dari enam SMA Negeri di Bandung menginisiasi reuni besar bertajuk Reuni PORISMAN. Acara ini pertama kali digelar di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dengan panitia yang berasal dari alumni SMAN 5 Bandung.
Sejak saat itu, reuni PORISMAN menjadi tradisi tahunan yang diselenggarakan secara bergiliran oleh alumni dari masing-masing sekolah. Untuk menjaga kesinambungan dan memperluas jangkauan, nama acara ini kemudian diubah menjadi Spirit PORISMAN pada tahun 2020.
Kegiatan utama dalam Spirit PORISMAN meliputi:
🎯 Pertandingan olahraga persahabatan antar alumni
🎯 Pentas seni dan hiburan
🎯 Bazar kuliner dan produk kreatif alumni
🎯 Talkshow dan diskusi inspiratif
🎯 Kegiatan sosial dan bakti alumni
Spirit PORISMAN XI (2024): Mengusung Semangat Kebersamaan
Salah satu acara terbesar dalam sejarah PORISMAN adalah Spirit PORISMAN XI yang diadakan pada 22 Desember 2024 di SPORT Jabar Arcamanik, Bandung.
Dengan mengusung tema “Tua Bahagia, Sehat Bersahabat”, acara ini menghadirkan ribuan alumni dari enam SMA Negeri Bandung yang dahulu pernah menjadi bagian dari PORISMAN.
Beberapa kegiatan utama dalam Spirit PORISMAN XI antara lain:
🏀 Turnamen bola basket antar alumni
⚽ Sepak bola persahabatan
🎤 Pertunjukan seni dan musik oleh alumni
🎭 Drama nostalgia kehidupan sekolah
🍲 Bazar kuliner dan produk kreatif
🎁 Penghargaan untuk alumni yang berprestasi
Acara ini bukan hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga menegaskan bahwa semangat PORISMAN masih tetap hidup hingga kini.
Makna dan Warisan PORISMAN
PORISMAN bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga warisan sejarah bagi dunia pendidikan di Bandung. Kegiatan ini telah membangun rasa persaudaraan di antara ribuan siswa dan alumni dari berbagai generasi.
Dalam era modern, Spirit PORISMAN menjadi lebih dari sekadar reuni. Ini adalah perwujudan dari nilai-nilai kebersamaan, persaingan sehat, dan kepedulian sosial yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
PORISMAN mengajarkan bahwa kompetisi tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang persahabatan dan semangat untuk terus maju bersama.